04 Januari 2013

Liburan ke 'Anyer' dan dikasih HP ~

Pada liburan panjang bagi panitia acara, gue bersama panitia lain pergi berlibur ke Anyer dan nginap di hotel jg lho. gue nginap selama 1 hari aja sih -_- , tapi bagi gue 1 hari sudah lumayan mengasyikkan. Pertama kali yang gue lakuin pas sampai di hotel yaitu langsung berlari ke pantai coy. hahahaa kena angin fiuusshh seger dingiin :D iri yaak??? hihiii .

Di sana bukan hanya ada pantai, tapi ada juga toko-toko kecil yang berjejeran di pinggir pantai dan menjual souvenir, penyewa papan seluncur, penyewa jetsky, dan lain-lain, keren gag tuh?? :D

Gue memulai liburan gue dengan bermain pasir dengan membuat istana pasir, entah mirip istana atau rumah susun yg belum jadi, yaa pokoknya gitu lah . Dengan susah payah gue bikinnya tuh, tapi akhirnya sia-sia, kenapa?? tau kenapa??? (jawabannya buat PR kalian dirumah).

Selanjutnya,  gue memutuskan untuk memainkan papan seluncur, walaupun gag bisa tapi biar keliatan keren yaa gue sok dibisain, namanya juga usaha -_- . gue belajar memainkannya dengan sangat semangat. (biar keliatan keren) Akhirnya bisa kan gue!! walau dengan gaya bayi juga udah lumayan deh buat orang keren kayak gue. karena gag semua pemula bisa kayak gue ( sombong dikit).

Setelah itu gue mengumpulkan kerang ( ini cerita makin bikin gue jd jijik sendiri) . Kerang yang gue temuin sudah jelek dan rusak.  dan gue mikir daripada gue ngumpulin kerang yg kayak gitu, lebih baik gue beli kerang aja, biar orang kira gue kece bgd bisa cari kerang yg bagus ( tuh kan ceritanya makin gag absolut), akhirnya ide itu pun terealisasikan. ehehhehe orang keren selalu banyak akal.

Waktu bermain di pantai pun habis saat maghrib tiba, sebelum pulang ke hotel gue mau lihat matahari terbenam dulu sambil dengerin music harmoni terus pegang kamera SLR dan sambil di foto dari sisi samping ( biar kegantengan gue nambah, katanya) . mandi aja belum gue udah sok-sok'an romantis dan ganteng, etapi gapapa kata emak gue mau mandi ataupun enggak gue tetap gantengnya full kaya bensin eceran..

to be continue..


03 Januari 2013

Impian sederhana..

Di sebuah  daerah kecil di Jaktim tempat gue tinggal sekarang, tinggallah seorang ibu dan anak gadisnya disebuah rumah yang sederhana. Fitria, itu nama anak gadis yang kini sudah abg. Fitria baru kelas dua SMA. Dia sudah tidak punya ayah. Ayahnya meninggal waktu Fitria berusia lima tahun. Sudah begitu dia sering kesepian karena gak punya saudara yang bisa di ajak main ,kasihan :( . Kehidupan mereka sederhana, ibunya bekerja dengan membuka warung makan kecil-kecillan, kadang Fitria membuat kerajinan tangan dari barang bekas untuk menambah penghasilan.

 “sudah Pith, kalau capek kamu tidur dulu, besok berangkat pagi kan?” kata ibunya, sewaktu Fitria  membantu ibunya membereskan warung yang mau tutup.


“gak pa pa bu, Fitria belum capek, masih pengen bantu ibu, dari pada gak ada kerjaan”

“ya sudah, tapi kalau lelah, jangan dipaksakan ya, ibu nggak mau sekolahmu terganggu”

“iya bu”

......................


 Pagi harinya Fitria berangkat sekolah dengan semangat seperti biasa.

 “eh, nanti katanya jamnya bu elsa kosong” kata Dian temennya Fitria
“yang bener? Napa kosong?”

“kurang tau sih, kata ketua kelas sih gitu, nanti Cuma dikasih tugas merangkum”

“hehe,bagus deh” sekelas pasti seneng banget kalo bu elsa, guru paling galak itu tidak mengajar.

 Waktu pulang sekolah, Fitria melihat cewek yang kayaknya seumuran dia, cewek itu berjilbab, wajahnya seperti bercahaya dan tidak membosankan untuk terus menerus dilihat. Fitria merasa kagum, wanita itu seperti bidadari pikirnya. Dia suka melihat wanita itu. Entah kenapa tiba2 dia jadi pengen pake jilbab. Tapi dia segera bangun dari lamunannya. Dia sadar, untuk bayar uang sekolah aja kadang bisa kurang. Apalagi membeli segala keperluan untuk berjilbab. Tapi Fitria tetap bertekad mewujudkan impiannya itu, dia ingin mencapainya dengan usahanya sendiri. Dia tidak tega meminta uang ibunya.


.............................

 “mungkin gak ya aku bisa berjilbab dengan usahaku sendiri?” kata Fitria dalam lamunannya.

 “aku harus lebih bekerja keras lagi mulai sekarang, harus!!!”

Sejak saat itu Fitria semakin rajin membantu ibunya. Membuat kerajinan tangan, dan dia juga melamar menjadi penyiar radio distasiun radio daerahnya, setelah mengalami beberapa proses, akhirnya Fitria diterima menjadi penyiar radio dan membawakan acara pada malam hari karena pagi,siang,sore dia harus sekolah dan membantu ibunya.

 Dengan kerja kerasnya, Fitria bisa mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, meskipun sekolah sambil bekerja, tapi nilainya tidak pernah jeblog. Karena Fitria emang anak yang cerdas. "catet tuh"

Kadang dia ingat ayahnya. “ayah pasti seneng kalo aku udah berjilbab” katanya dalam hati.


....................................

Setelah beberapa kali menabung dari hasil kerjanya. Akhirnya dia berhasil mengumpulkan uang yang lumayan banyak. Tanpa berpikir lama, dia langsung membeli apa yang dia butuhkan. Dia membeli barang2 kebutuhannya yang harganya terjangkau saja untuknya. Tidak terlalu banyak dan seperlunya saja.

 Pada hari itu, Fitria resmi berjilbab, waktu ibunya pulang, dia menemui ibunya untuk meminta pendapat dan memberitahu kalo dia akan berjilbab mulai sekarang. Itung2 sebagai kejutan untuk ibunya.

 “bu, sekarang Fitria mau berjilbab, menurut ibu bagaimana?”

“alhamdulillaaah, ibu senang sekaliii, jadi akhir2 ini kamu rajin bekerja agar bisa berjilbab? Kenapa tidak bilang sama ibu? Insya Alloh ibu kan bisa bantu”

 “tapi, Fitria kan pengen buat kejutan, hhehe”

“ayahmu pasti bangga” kemudian senyum mereka mengembang.