26 Juli 2013

Untukmu, surga bagi calon anak-anak ku..





Kepada Calon Istriku Kelak,
Telah kusiapkan dua buah telinga yang cukup lebar untuk mendengarkan celotahanmu tentang harga barang2 di pasar, tentang model baju-baju terbaru yang menurutmu bagus, dan juga tentang bagaimana engkau kan mendandani anak perempuan kita nanti.
Telah kupelajari pula berbagai macam buku menu dan masak,. Agar nanti aku bisa sejenak menggantikan tugasmu di dapur saat engkau tak mampu beranjak dari tempat tidur.
Sudah pula kusiapkan tanggung jawab untuk memapahmu, menjauhkanmu dari perasaan terdzalimi dan derita yang tak perlu engkau alami.
Kemudian, jika nanti engkau lelah membereskan segala hal di rumah, maka sejenak duduklah.. Biarkan jari-jariku yang menjinakkan pegal di betis dan lengan perkasamu.
Dan ijinkan ku selalu bersyukur menikmati hasil karya cintamu di dapur. Walaupun tak seenak makanan di luar sana, olahan tulusmu lah yang menjadikan masakan ini juara.
Ya… Kutahu aku tak mempunyai bahu yang bidang, namun kupastikan ini cukup hangat tuk menampung derasnya air mata dan keluh kesah yang kau endapkan cukup lama di hatimu..
Dan walaupun aku bukanlah pelawak, entah bagaimanapun caranya akan kubuat engkau paling tidak bisa tersenyum setelah mengarungi rimba penat di luar sana..
Melindungimu, memberikan rasa aman untukmu adalah pertaruhanku akan harga diriku.. Andaikan nyawa ini harus tergadai untuk itu, aku tahu surga lah yang ku tuju..
Untukmu, pintu surga calon anakku.. Aku bersedia..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar