25 Desember 2013

Iya cukup sehari saja untukku bersamamu..

Setiap sisi pertemuan ada hal yang tidak mudah dijelaskan, mengenai apa, siapa, kapan dan dimana.
Seperti aku kemudian kamu, pertemuan kita dulu di luar bayangan remajaku.
Melihatmu buatku bertanya, siapa kamu dan untuk apa kita saling menyapa kemudian tersenyum, tanpa tahu maksud dari-NYA pertemukan kita.


Kita dekat kita jauh tetap sama bagiku, mata ini pun tetap sama, belum mampu menatap kearahmu, seperti terlalu miskin pandanganku terhadapmu, sedangkan menurut mereka wajahmu indah serupa pribadimu yang dibalut penutup auratmu itu.


Ada saatnya aku beranikan diri ini untuk mengenalmu, walau ku tahu tak ada satu pun dalam tubuh ini yang sanggup buatmu bangga akan diriku.


Kepala ini kosong..
Kreasi ini membuntu..
Juga ide ini berhenti memutar jika ada hal yang mengenai dirimu..

Perbincangan bodoh yang aku mulai buatku terlihat semakin bodoh.


Namun tak disangka pribadi hangatmu menyambut wacana bodohku dengan senyum malaikatmu, seketika tubuh payah ini bergetar dan tak lagi kokoh seperti sebelumnya.

“boleh ku lihat rambutmu?” kalimat bodoh pertama yang terucap dari hati gemetar ini, entah apa yang terbesit di pikiran hingga kalimat itu ku sampaikan padamu.
Setiap kata kalimatmu, buatku sulit menggapaimu, melihat tegak kearahmu bahkan tertawa bersamamu.


Tiap bertemu denganmu selalu tertunduklah kepala ini, tertutuplah wajah buruk ini, terbata-bata pula mulut gemetar ini.


Mataku miskin pandangan terhadapmu sebab indah senyum mu ..


Tertutuplah wajah diri ini demi rupa yang tak pantas kau lihat dibandingkan rupa indahmu.


Suara ini terhalang oleh gemetar tubuh bila dekatmu.. bila dekat aroma tubuhmu..

Saat bertambah usia seiring kedewasaanmu, harusnya aku berada di dekatmu memberi kejutan manis untukmu di dalam keadaaan apapun.
Namun karena wacana bodoh dengan mereka, lagi dan kembali ku lakukan hal bodoh terhadapmu. Buatku menyesal hingga saat ini..


Melihat manusia indah yang berbalut hijab, buat pikiran kecil ini selalu mengingatmu. Kuyakini tak akan pernah lupa diri ini terhadapmu.


Ingin ku saat ini ialah sehari berbincang denganmu kemudian tertawa bersama mu..


Sebentar saja..



'Tidak ada satu tarikan nafaspun yang aku hembuskan, melainkan ada takdir yang dijalankan-Nya pada diriku. Karena itu, tunduklah aku pada-Nya dalam setiap keadaan.'


Tidak ada komentar:

Posting Komentar