20 Desember 2013

5 waktu denganmu ..

Bukan dari tulang ubun ia diciptakan sehingga lupa akan pujian. Bukan juga dari tulang kaki karena khawatir akan diinjak dan direndahkan. Melainkan ia diciptakan dari tulang rusuk, dekat dengan dada untuk dilindungi dan dekat dengan hati untuk dicintai…
Ia yang telah diciptakan oleh Allah sebagai pelengkap sehingga manusia menjadi berpasang-pasangan.
Ia yang dikatakan oleh Allah, bahwa wanita yang baik untuk lelaki yang baik pula…semoga kami termasuk di dalamnya.
Ia yang telah diciptakan oleh-Nya untuk menjadi seorang ibu bagi anak-anakku kelak dan mereka menyebutnya ‘supermom’.

Ia yang 'nanti' ketika melahirkan sang buah hati belahan jiwa, membuat diri menjadi lebih mencintai sosok seorang Ibu, karena perjuangan hebatnya selama 9 bulan mengandung dan melewati fase proses melahirkan yang penuh perjuangan. 
 
Ia yang telah dipilihkan oleh-Nya untuk tetap setia mendampingi, baik di kala susah maupun di kala senang.
Ia yang telah Allah tentukan untuk menjadi tempat berbagi dan mencurahkan isi hati.
Ia yang kecantikan paras yang telah dianugerahkan oleh Sang Pencipta tak lantas membuatnya menjadi tinggi hati.
Ia yang telah ditinggalkan oleh ayah tercintanya, tak lantas membuatnya menjadi rendah diri.
Ia yang dengan sifat tak mau pamer diri telah membuatnya menjadi sosok seorang pendamping yang selalu merendahkan hati.
 
Ia yang telah diteduhkan pandangannya sehingga tak membuat matanya bermain api.
Ia yang tiada pernah memakai wewangian yang keharumannya bisa tercium dari jauh oleh orang lain.
Ia yang selalu mengalah walau hatinya terkadang disakiti…semoga bukan dari perbuatan diri ini.  
Ia yang telah mengikuti perintah-Nya menutup aurat sehingga membuat setan durjana tak mengikuti langkahnya di saat ke luar rumah. . Insha Allah. Amiin ..
Ia yang telah banyak membuat diri ini menjadi pribadi yang terus belajar, akan kedewasaan sikap dan prilaku yang dilakukannya.
Ia yang tak pernah menuntut untuk diberikan kemewahan, namun banyak berharap tuk mendapatkan keberkahan.
 
Ia yang kesederhanaannya mampu tuk membuat hati menjadi lebih menyayangi.
Ia yang menjadi pelecut semangat untuk lebih banyak bersyukur atas segala apa yang telah diberikan oleh-Nya.
Ia yang kini telah menjadi teman pendamping diri ini selama 5 tahun.
Ia yang terkadang diri ini tak selalu bisa untuk menemani di sepanjang waktu.  
Ia yang merupakan pelengkap dari sepasang bidadari yang akan ditempatkan dan dikumpulkan di surga-Nya… 
Insha Allah. Amiin ..
 
Untuk Ia yang selalu menantiku dengan sabar, menanti menghalalkan dirinya. 
Untuk Ia yang telah mencintai dan yang telah begitu peduli.
Untuk Ia yang kehidupan ini ingin dijalani dengan penuh arti, bersamanya hingga saatnya tuk kembali.
 
Semoga Allah merahmati dirinya…untukmu kekasih hati, tulisan ini kubuat untukmu Gista Adanty.
Dari diri ini yang juga selalu mencintaimu… 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar